Susunan Acara Pernikahan – Tak sabar menanti hari bahagia? Jangan lupakan soal susunan acara pernikahan. Mungkin kamu sudah menyiapkan segalanya mulai dari tempat resepsi, catering, penghulu dengan membentuk panitia acara pernikahan.

Tapi yang paling penting untuk dihafalkan oleh kedua mempelai adalah susunan acara. Ada dua acara besar yang harus diperhatikan yaitu akad dan juga resepsi.

Akad biasanya dilangsungkan sesuai dengan kepercayaan dan agama kedua mempelai jadi susunan acara bisa berbeda-beda. Akad dan juga resepsi biasanya dilangsungkan berurutan dalam hari yang sama, tapi ada juga yang memilih hari berbeda. Untuk resepsi, ada beberapa upacara yang juga dilangsungkan tergantung dengan adat yang dipilih. Kebanyakan mengikuti adat yang dimiliki oleh mempelai wanita.

Nah kali ini, susunan acara pernikahan yang akan dibahas lebih detail adalah akad dalam pernikahan islam dengan resepsi adat Jawa. Bagaimana susunan acaranya? Simak sampai selesai.

Susunan Acara Pernikahan Saat Akad

Susunan Acara Pernikahan Saat Akad

Akad dan resepsi adalah dua acara yang berbeda. Bisa dibilang akad lebih penting dibandingkan dengan resepsi, karena disinilah acara penting dua insan diikat menjadi satu. dalam agama islam, acara akad nikah dikenal juga sebagai ijab kabul. Akad nikah bisa dilaksanakan di KUA, masjid atau rumah mempelai wanita sesuai dengan keinginan.

Baca Juga  6 Menu Makanan Sehat ala Health’s Kitchen Jakarta

Pentingnya rundown acara supaya akad dilangsungkan tepat waktu, karena biasanya penghulu memiliki jadwal yang sangat padat. Kedua calon pengantin harus menghafalkan susunan acara untuk menghindari kesalahan karena pasti sangat nervous. Tenang saja, walaupun kamu grogi nantinya akan ada beberapa orang yang membantu mengarahkan.

Setidaknya ada 10 tahapan susunan acara pernikahan yang harus dilaksanakan dalam akad nikah yaitu sebagai berikut:

1. Pembukaan oleh MC

Acara akan dibuka oleh MC dengan mengucapkan Bismillah supaya acara berjalan lancar. Kemudian MC juga menjelaskan nama kedua calon mempelai dan membacakan susunan acaranya. MC memanggil perwakilan dari calon mempelai untuk membacakan ayat suci Al-Quran.

2. Pembacaan Ayat Suci Al-Quran

Acara berlanjut pada pembacaan ayat suci yang dilakukan oleh salah satu pihak keluarga calon mempelai yang terdekat. Ayat Suci yang dibacakan adalah Surat Annisa Ayat 1 dan Surat Ar Rum ayat 21.

3. Khutbah Nikah

Sebelum masuk ke acara ijab kabul, khutbah nikah disampaikan oleh pembaca ayat suci Al-Quran atau tetua yang ditunjuk oleh calon mempelai. Isi dari khutbah adalah saran dan penjelasan bagaimana kehidupan pernikahan setelahnya.

4. Ijab Kabul

Inilah momen yang sangat penting dan bisa disebut dengan klimaks. Acara ini akan dipimpin oleh penghulu dan mempelai pria yang mengucapkan janji pernikahannya. Calon mempelai wanita akan duduk di sebelah calon mempelai pria yang menyebutkan janjinya sambil memegang tangan penghulu.

5. Doa Nikah

Apabila proses ijab kabul berjalan lancar, dilanjutkan dengan dia nikah yang dipimpin oleh penghulu. Bisa juga dipimpin orang yang ditunjuk oleh kedua mempelai.

Baca Juga  Bingung Menentukan Menu Makanan Syukuran Rumah? Cek Di sini

6. Penandatanganan Buku Nikah

Selesai doa, pasangan suami istri yang telah sah harus segera menandatangani buku nikah yang telah disiapkan. Buku nikah ini nantinya menjadi dokumen bukti bahwa pernikahan telah sah secara hukum.

7. Penyerahan Mahar

Buku nikah telah selesai ditandatangani, kini mempelai pria harus menyerahkan mahar pernikahan yang telah disebutkan saat janji tadi. Mahar dan mas kawin diberikan kepada pihak perempuan. Bisa berupa uang atau seperangkat alat sholat.

8. Bertukar Cincin

Upacara selanjutnya adalah tukar cincin pernikahan di jari manis masing-masing.

9. Nasihat Pernikahan

Berbeda dengan khotbah yang biasanya hanya menceritakan sekelumit kehidupan pernikahan, pada nasihat pernikahan ini dijelaskan apa hak dan kewajiban sebagai suami istri. Biasanya disampaikan oleh orang tua atau wali nikah.

10. Penutup

Bagian penutup dilakukan oleh MC dan pemuka agama dengan dia penutup.

Susunan Acara Saat Resepsi Adat Jawa

Susunan Acara Saat Resepsi Adat Jawa

Acara akad nikah paling lama dilakukan selama satu jam. Biasanya dimulai pada pagi hari yaitu pukul 8 atau 9 pagi. Seusai acara kedua mempelai harus segera menuju ke tempat resepsi dan berganti pakaian serta make up. Persiapan yang paling lama dilakukan oleh mempelai wanita, apalagi jika menggunakan adat Jawa. Banyak persiapan dan biasanya dilakukan di dekat dengan gedung resepsi.

Pernikahan adat Jawa memilih banyak susunan acara karena terdapat ritual yang harus dilakukan oleh kedua mempelai. Sehingga waktu dari resepsi sendiri bisa lebih panjang 4 hingga 5 jam lebih. Upacara ini disebut juga dengan panggih yang artinya dhaup temu. Berikut ini susunan pernikahan adat Jawa.

1. Balangan Gantal

Ritual pertama ini dilakukan setelah kedua mempelai masuk ke gedung resepsi dan belum sampai ke pelaminan. Kedua pasangan saling melemparkan gulungan sirih yang diikat benang disebut gantal. Mempelai pria akan melempar ke arah dada wanita sebagai simbol bahwa ia telah menaklukan hati.

Mempelai wanita akan melempar gantal ke arah lutut mempelai pria yang artinya bahwa ia akan berbakti kepada suaminya.

2. Ngidak Endog

Proses menginjak telur mentah yang dilakukan oleh mempelai pria dengan kaki kanan. Mempelai wanita akan berlutut dan membersihkan kaki mempelai pria yang merupakan simbol kesopanan. Kemudian sang istri akan dibantu suami untuk bangkit berdiri.

3. Sinduran

Kedua pengantin kemudian mengenakan kain sindur yang mengikat bersamaan. Kain ini memiliki warna putih dengan renda merah. Kain dikenakan sambil berjalan ke pelaminan. Arti dari kain sindur adalah keinginan untuk menjalani kehidupan rumah tangga.

4. Bobot Timang

Kedua mempelai yang sampai ke pelaminan tidak langsung duduk sendiri di kursi, melainkan duduk di atas pangkuan ayah mempelai wanita.

Posisinya duduk kanan dan kiri kemudian ibu mempelai wanita naik ke pelaminan dan bertanya manakah yang lebih berat. Sang ayah pun harus menjawab bahwa keduanya sama saja. Tradisi ini melambangkan bahwa tidak ada kasih sayang berbeda yang diberikan.

Baca Juga  Ini Dia Susunan Acara Resepsi Pernikahan di Gedung dan Akad

5. Minum Air Degan

Setelah kedua mempelai duduk di pelaminan sendiri, sang ayah akan minum air degan langsung dari kelapanya. Kemudian berlanjut ke ibu dan kedua mempelai. Air degan memiliki arti sebagai air yang suci atau ari kehidupan.

6. Kacar Kucur

Prosesi ini adalah ketika mempelai pria menuangkan uang receh dan biji-bijian menggunakan kain ke tangan mempelai wanita. Ritual ini menjadi simbol bahwa sang mempelai pria memiliki tanggung jawab untuk menafkahi keluarga dan istri bertanggung jawab untuk mengelolanya.

7. Dulangan

Pasangan mempelai kemudian saling menyuapi atau dulangan sebanyak tiga kali. Ritual ini menyimbolkan bahwa kedua pasangan memiliki harapan untuk hidup rukun, tolong menolong dan mampu menjalani kehidupan pernikahan dengan penuh pengertian.

8. Sungkeman

Acara berlanjut pada sungkeman kedua mempelai pria dan wanita kepada orang tua mereka. Ritual ini merupakan penghormatan kepada orang tua yang selama ini telah merawat mereka.

Pada resepsi pernikahan adat Jawa yang modern, sungkeman adalah ritual terakhir. Selanjutnya adalah acara salam-salaman dengan para tamu yang dilanjutkan dengan hiburan sambil menikmati hidangan.

baner Wa
Call Now ButtonHUBUNGI KAMI