Ikan Jambal – Pada zaman dahulu orang-orang akan mengawetkan ikan dengan dikeringkan sehingga bisa dikonsumsi hingga beberapa bulan lamanya.

Pengeringan dilakukan dengan dijemur sekaligus diasapi, perlu waktu lama untuk proses pembuatannya. Cara tradisional ini kini sudah cukup jarang ditemui karena prosesnya yang sangat lama. Ikan akan dikeringkan dan digarami sehingga menjadi lebih awet dan disebut sebagai ikan asin.

Di Indonesia sendiri, ikan yang dikeringkan paling banyak ditemui di daerah pantai Utara dan Selatan Jawa. Salah satu ikan asin yang terkenal adalah ikan asin jambal roti. Jenis ikan yang diolah adalah ikan Manyung dimana banyak ditemukan di daerah Pangandaran. Tak hanya diproduksi untuk sendiri, tetapi ikan jambal banyak dijual sebagai oleh-oleh.

Baca Juga  Tepung Hunkwe: Pengertian, Cara Membuat dan Aneka Olahannya

Proses pembuatan ikan asin ini harus menggunakan bahan baku ikan yang benar-benar segar atau belum didinginkan menggunakan es. Jika menggunakan ikan segar, hasilnya akan lebih besar, karena setelah dikeringkan ikan akan menyusut. Cara membuatnya adalah dengan menggarami ikan manyung yang sudah dibersihkan.

Lama penyimpanan dengan garam bisa berlangsung empat hingga tujuh hari kemudian baru dijemur hingga menjadi kering. Disebut dengan jambal roti karena teksturnya yang halus seperti roti yang sangat lezat ketika dikonsumsi dengan nasi hangat dan sambal.

Memilih Ikan Jambal Bebas Formalin yang Aman Dikonsumsi

ikan jambal

Image: Cookpad.com

Perlu diketahui juga bahwa ikan asin jambal memiliki waktu awet sekitar satu hingga dua tahun. Tapi sayangnya supaya masa penyimpanannya menjadi lebih lama banyak pedagang yang menambahkan formalin sebagai bahan pengawetnya. Sehingga ikan jambal akan bertahan hingga beberapa tahun, padahal cara ini adalah salah.

Banyak pedagang yang tidak memperhatikan kesehatan konsumennya supaya mendapatkan untung lebih banyak walaupun caranya salah. Seperti yang kita ketahui bahwa formalin bukanlah bahan pengawet makanan yang bisa dikonsumsi. Tidak sengaja mengkonsumsi formalin dalam jumlah yang tinggi akan merusak organ dalam seperti ginjal, hati, paru-paru.

Formalin juga akan menjadi sumber penyakit seperti pemicu kanker dan mengganggu saluran pencernaan. Supaya masalah formalin tidak merusak organ tubuh hanya karena salah memilih ikan asin jambal, maka sebaiknya Anda mengikuti cara memilihnya yang tepat berikut ini:

1. Mencium Aroma Ikan Asin

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah memperhatikan aroma yang keluar. Ada dua jenis ikan jambal yang dijual yaitu berkualitas tinggi yang lebih tebal dengan aroma yang kurang sedap. Jenis kedua adalah ikan asin dengan berkualitas rendah yaitu memiliki aroma kurang sedang namun sangat tipis. Sedangkan yang harus Anda hindari adalah ikan yang tidak memiliki aroma sama sekali.

Ikan yang tak ada aromanya adalah ikan yang menggunakan kandungan formalin. Jadi pastikan jika Anda memilih ikan yang memiliki aroma kurang sedap bahkan menusuk hidung sangat kuat.

2. Memperhatikan Tekstur Ikan

Cara kedua adalah dengan memperhatikan teksturnya. Sama seperti ikan yang masih segar bertekstur kenyal, ikan ikan asin jambal roti juga memiliki tekstur tersendiri. Karena dimasak dengan waktu yang cukup lama teksturnya akan sangat lembut, cukup tekan ikan yang sudah dikeringkan, jika mudah hancur maka itulah kualitas yang terbaik.

Ketika ikan menggunakan formalin, teksturnya justru akan sangat keras dan terlalu kenyal. Apabila ditekan hanya menggunakan jari, ikan tidak akan mudah hancur. Ikan asin berformalin juga akan sangat alit ketika dikonsumsi.

Baca Juga  7 Aneka Cara Mematangkan Alpukat Sempurna dan Cepat

3. Memilih dari Warna Ikan

Cara paling mudah adalah memperhatikan warna dari ikan jambal. Ikan yang sudah diasinkan tentu warnanya tidak akan bersih, namun seringkali Anda justru memilih ikan yang bersih tapi cara tersebut salah. Pilihlah ikan yang memiliki warna kecoklatan hingga menghitam. Bukan berarti warna yang hitam merupakan ikan yang kotor, justru telah mengalami proses pengeringan yang alami dan bebas pengawet.

Ikan yang memiliki warna putih bersih biasanya telah diberikan pemutih supaya tampilannya lebih menarik. Tapi justru Anda akan terjebak mengkonsumsi ikan asin jambal yang tidak baik untuk kesehatan.

3. Perhatikan Ikan yang Sudah Disimpan Satu Bulan

Apabila ketika memilih di toko ikan memenuhi ketiga syarat baik itu aroma, warna hingga teksturnya yang mudah hancur bukan berarti sudah bebas formalin. Ikan jambal bisa saja memiliki kandungan formalin dalam jumlah yang sedikit tapi tetap saja berbahaya. Oleh karena itu Anda perlu melakukan sedikit percobaan.

Simpan ikan yang sudah Anda beli selama satu bulan. Perhatikan satu bulan kemudian, ikan yang bebas formalin akan mengalami pembusukan sedikit demi sedikit. Namun ikan yang berformalin tidak akan mengalami perubahan sedikitpun.

4. Apakah Lalat Menempel pada Ikan

Lalat adalah serangga yang selalu ada pasar ikan, justru dengan keberadaan serangga ini Anda bisa mengetahui apakah ikan tersebut aman dikonsumsi. Lalat akan mengerubungi ikan jambal yang tidak memiliki kandungan formalin. Namun jika ikan justru tidak dikerubuti tandanya kandungan formalinnya sangat tinggi.

Kini Anda tidak perlu takut lagi untuk mengkonsumsi ikan jambal yang mengandung formalin dengan mengikuti kelima cara ini.

baner Wa
Call Now ButtonHUBUNGI KAMI