Cara Memilih Sayuran yang Baik – Setiap buah dan juga sayuran memiliki tanda-tanda tersendiri tentang tingkat kesegarannya. Satu hal yang penting untuk diingat adalah ketika memilih sayuran yang baik, Anda harus memanfaatkan ‘kepekaan’. Apalagi jika Anda membelinya di pasar tradisional yang sangat ramai dikunjungi. Memilih di pasar tradisional berbeda caranya dengan membeli sayur di supermarket.

Ketika pergi ke supermarket, Anda akan menemukan banyak sayur dan buah yang segar karena memang sudah dipilih sebelumnya. Karena produknya pilihan, maka harganya pun lebih mahal. Berbeda dengan pasar, dengan varian harga lebih murah, kualitas produk juga beragam. Anda harus memilih sayuran dengan teliti supaya mendapatkan kualitas yang baik dan masih segar.

Misalnya saja cara memilih sayuran seperti brokoli. Sekilas semua tampak mirip tapi jika diamati dengan lebih teliti lagi ada beberapa brokoli yang mungkin saja tidak bisa bertahan lebih lama. Brokoli yang masih bagus memiliki beberapa daun hijau yang masih menempel dan batangnya kokoh. Warnanya juga hijau tua dan tidak ada warna kuning yang menandakan produk telah lama.

Contoh seperti inilah yang perlu Anda perhatikan dengan lebih cermat. Jangan pernah memilih sambil terburu-buru apalagi jika hendak membeli dalam jumlah banyak. Kualitas yang bagus dari sayuran juga akan meningkatkan keawetannya ketika disimpan di rumah.

7 Panduan Mudah Cara Memilih Sayuran yang Baik

cara memilih sayuran yang baik

Para ibu rumah tangga harus tahu dengan benar bagaimana memilih sayuran yang baik dan masih segar di pasar. Karena membeli di pasar jauh lebih hemat ketimbang berbelanja di supermarket. Anda juga bisa membeli dalam jumlah yang lebih banyak dengan harga murah

Percayai ‘senses’ Anda ketika memilih dan ketahuilah cara memilih yang benar. Mempermudah Anda dalam memilih, berikut ini ada beberapa tips yang bisa diikuti.

1. Melihat Warna Sayuran

Sayuran memiliki warna yang beragam sesuai dengan jenisnya. Dari warna sendiri sudah sangat terlihat apakah sayuran tersebut masih segar atau tidak. Warna yang terang dan tajam menandakan kesegaran sayuran tersebut. Bisa saja produk baru saja dipetik atau didistribusikan saat subuh sehingga ketika Anda melihatnya di pasar masih segar.

Warna yang tajam juga memperlihatkan bahwa nutrisi serat vitamin dalam sayur masih tinggi. Walaupun nantinya tidak langsung dimasak, untuk beberapa hari ke depan sayur masih bisa digunakan. Contohnya saja jagung, pilih yang masih memiliki warna kuning sekali. Atau memilih wortel yang masih berwarna orange menyala dan warna orange yang sedikit pucat menandakan wortel masih fresh dan mudah.

2. Memperhatikan teksturnya

Setelah warna Anda bisa memperlihatkan tekstur dari sayuran. Tekstur yang masih bagus biasanya tampak keras dan tak muncul keriput.

Adanya keriput pada sayuran menandakan telah disimpan selama beberapa hari. Beberapa pedagang yang baik biasanya akan memisahkan antara sayur yang lama dan baru supaya sayur baru tidak ikut membusuk bersamaan.

Contoh tekstur yang sangat mudah dilihat adalah ketimun. Warnanya akan hijau pekat dan teksturnya keras tidak ada tanda-tanda keriput sama sekali. Bisa juga melihat dari sayur terong yang segar biasanya padat, artinya kandungan air di dalamnya masih tinggi. Anda bisa mencoba menekan sayur untuk memastikan bahwa teksturnya masih padat.

Baca Juga  Rujak Kangkung, Menu Dadakan yang Segar Mudah Dibuat

3. Daun tidak layu

Sayuran yang berdaun seperti bayam, sawi, kangkung dan lainnya paling mudah dilihat dari bagian daunnya.

Apakah bagian daun tampak layu? Jika iya, maka bisa saja sayuran tersebut sudah lama. Ada beberapa alasan mengapa daun pada sayur tampak layu. Pertama karena sayur sudah disimpan terlalu lama atau tidak laku, kedua karena terkena panas.

Sayuran berdaun yang terkena panas akan sangat cepat layu bahkan jika sayur tersebut dipetik pada pagi hari. Namun tingkat air di dalam daun tersebut telah menguap dan membuatnya layu. Jika disimpan Anda menyimpannya bukan tidak mungkin jika keesokan harinya sayur akan membusuk.

4. Tak perlu takut dengan ulat

Menemukan sayur yang berlubang? Tanda-tanda ulat memakan sayuran tersebut. Bagi kebanyakan orang pasti akan menghindari sayuran yang memiliki lubang

Padahal lubang tersebut menandakan bahwa penanaman sayur tidak menggunakan pestisida alias sayuran organik. Anda bisa memilih sayuran berdaun yang berlubang, tapi perhatikan juga jumlah lubangnya.

Asalkan sayuran berdaun tidak terlalu banyak memiliki lubang atau satu lubang terlalu besar maka sayur tersebut masih aman dipilih. Tapi jika lubangnya terlalu besar sebaiknya dihindari. Tips ini hanya berlaku jika Anda mencari sayuran berdaun tetapi tidak disarankan ketika mencari sayuran buah atau umbi-umbian seperti kentang dan wortel.

5. Sayur masih dalam keadaan utuh

ciri sayur segar

Pernahkah Anda memperhatikan keutuhan sayur yang dibeli? Utuh dalam artian belum dibersihkan, misalnya saja wortel yang masih memiliki batang daun atau selada yang masih memiliki akar. Sayur juga sebaiknya tidak boleh dicuci oleh pedagang karena air akan memberikan kontaminasi sehingga sayuran mudah busuk.

Sayur yang segar biasanya memiliki permukaan yang basah bukan karena air tetapi karena kelembaban saat pengiriman. Sebelum dibersihkan, kandungan air dalam sayur juga terjaga sehingga akan lebih tahan lama ketika disimpan nanti.

6. Tidak memiliki aroma busuk

Cara memilih sayuran yang baik selanjutnya adalah dengan memeriksa area lembek dan muncul bau. Ketika sayuran memiliki tekstur lembek biasanya tidak lama akan disertai dengan aroma busuk. Misalnya saja wortel yang biasanya mulai busuk muncul beberapa bagian lembek disertai dengan aroma kurang sedap.

Bagian yang lembek ini disebabkan oleh penyimpanan sayuran yang tidak kering. Kelembaban akan menyebabkan pembusukan dan aroma busuk pun akan muncul. Aroma bau ini adalah proses pembusukan yang terjadi pada bau. Beberapa kasus sayuran juga bisa muncul jamur yang tentunya sudah tidak sehat lagi untuk disimpan apalagi dikonsumsi.

7. Belilah sayur di pasar saat pagi

Sayur akan didistribusikan ke pasar-pasar saat pagi hari. Artinya sayuran baru saja dipanen dan Anda akan mendapatkan sayuran yang pasti masih segar. Pergilah ke pasar tradisional pada subuh. Selain segar, di pasar masih banyak sayuran yang segar.

Tips Menyimpan Sayuran Tetap Segar Tanpa Lemari Es

Tips Menyimpan Sayuran Tetap Segar Tanpa Lemari Es

Setelah mengikuti tujuh cara memilih sayuran di atas lalu apa yang harus dilakukan dalam penyimpanannya?

Anda mungkin tidak memiliki lemari es untuk menyimpannya, tapi tidak mungkin juga jika harus menghabiskan sayuran dalam jumlah banyak untuk sehari. Oleh karena itu penyimpanan yang tepat harus dilakukan.

Baca Juga  Aneka Contoh Menu Buffet Tradisional dan Internasional

Berikut ini tips untuk menyimpan semua sayuran di rumah tanpa harus menggunakan lemari es tetapi tetap segar.

1. Cuci bersih semua sayuran dengan air yang mengalir supaya bakteri hilang. Kemudian keringkan supaya tidak terjadi pembusukan.

2. Simpan sayuran ke dalam wadah dan tutup dengan plastik yang sudah dilubangi, letakkan di tempat yang sejuk.

3. Bisa juga menyimpan sayur ke dalam kantong kertas roti. Simpan juga di ruangan yang kering dan sejuk.

4. Pisahkan jenis sayuran dengan kelompok sayuran daun, sayuran buah dan sayuran umbi-umbian.

Dengan penyimpanan yang tepat maka sayur bisa bertahan lebih lama tanpa dimasukkan ke dalam lemari es. Jadi setelah mengikuti cara memilih sayuran yang baik Anda bisa tetap menikmati sayuran segar walaupun telah disimpan.

baner Wa
Call Now ButtonHUBUNGI KAMI