Apa Itu Marketplace – Bisnis makanan kini sangat marak bermunculan, ditambah lagi dengan adanya Covid-19. Masyarakat harus banyak berdiam diri di rumah namun kebutuhan harus terus terpenuhi. Disinilah peluang usaha makanan yang menjadi kebutuhan pokok akan menguntungkanmu. Caranya adalah dengan membuka online shop.

Di mana kamu bisa membuka online shop, marketplace atau e-commerce? Keduanya seringkali disamakan namun sebenarnya sangat berbeda. Setelah membuka online shop pun kamu harus memiliki strategi supaya produk makanan yang ditawarkan laku keras. Bagaimana caranya? Yuk kenali dulu pengertian marketplace dan contoh-contohnya.

Apa Itu Marketplace dan Asal Mulanya

Marketplace

Sebelum memastikan bahwa kamu harus membuka online shop di marketplace akan lebih baik jika mengetahui pengertianya terlebih dahulu. Sesuai dengan namanya, yaitu market yaitu pasar dan place yaitu tempat. Marketplace adalah sebuah tempat yang mengumpulkan banyak pedagang untuk berjualan tetapi tempatnya bukan seperti supermarket atau pasar yang memiliki fisik.

Marketplace berada di dunia online dan inilah kelebihannya yaitu bisa diakses oleh banyak orang di mana saja. Ini menjadi kelebihan yang sangat efektif untuk menjangkau konsumen lebih luas lagi. Bentuk marketplace sendiri adalah sebuah web atau aplikasi online di mana fasilitasnya sangat lengkap bagi siapa saja untuk membuka lapak.

Baca Juga  Apa Itu Dropshipper? Yuk Ikuti Cara Dropship Makanan Sehat

Konsepnya sama seperti pasar yang memiliki bentuk fisik, yaitu ada penjual dan pembeli, aneka produk serta harga yang bervariasi. Bedanya adalah terdapat ongkos kirim untuk setiap produk yang hendak dibeli. Perlu diingat juga bahwa setiap produk adalah tanggung jawab online shop bukan pemilik marketplace, karena pemiliknya hanya menyediakan tempat berjualan saja.

Ada beberapa aturan yang dibuat oleh pemilik marketplace terkait dengan aturan berdagang supaya semua transaksi bisa berjalan dengan baik. Awal mula marketplace sudah cukup lama yaitu tahun 1995. Amazon dan eBay adalah marketplace pertama yang diluncurkan, bersamaan dengan sistem pembayaran online yang dibuka oleh The Presidential Bank.

Memudahkan semua konsumen di seluruh dunia bisa melakukan jual beli maka tahun 1998 diluncurkanlah PayPal. Apa itu marketplace sudah sangat jelas, jadi jika kamu ingin membuka online shop makanan disinilah tempat yang sesuai.

Perbedaan Marketplace dan E-commerce

Perbedaan Marketplace dan E-commerce

Marketplace adalah tempat dimana banyak orang bisa berdagang secara online, lalu bagaimana dengan e-commerce? Banyak yang masih mengira bahwa marketplace adalah e-commerce padahal keduanya sangatlah berbeda. Memang benar jika keduanya merupakan tempat untuk melakukan transaksi jual beli tetapi yang berbeda adalah jenisnya.

Jika marketplace adalah tempat banyak orang berdagang, maka e-commerce hanyalah satu toko online. Kamu tidak akan menemui banyak toko di sebuah website namun produk yang dijual bisa bervariasi dan berasal dari berbagai macam merk. Biasanya e-commerce juga hanya menjual satu jenis produk, misalnya produk pakaian saja atau makanan.

Baca Juga  Butuh Jasa Catering Pernikahan? Simak 7 Tips Mencarinya

Bagaimana dengan sistem transaksinya? Sama dengan toko online di marketplace. Kamu bisa memilih produk sesuai keinginan, memasukkannya ke dalam keranjang belanja dan melakukan transaksi. Bedanya adalah kamu tak bisa melakukan proses tawar menawar dan pembayaran dilakukan sesuai harga yang dicantumkan.

Contoh e-commerce komersial yang ada misalnya Berrybenka, Zalora. Lazada, Sociolla, dll. Ada juga e-commerce administrasi publik seperti bpjs-online, pajak.go.id.

Contoh Marketplace untuk Toko Online Makanan

Contoh Marketplace

Karena berencana membuka toko online untuk makanan kamu tidak perlu membuat e-commerce. Melalui marketplace kamu tak perlu bingung untuk mengeluarkan modal hosting dan domain hingga desain web jika membuat e-commerce. Cukup dengan memilih mana saja marketplace yang tepat sebagai lapak jualan.

Di Indonesia ada beberapa contoh marketplace yang cukup banyak digunakan. Mengapa memilih marketplace yang ramai karena akan lebih mudah untuk kamu menjaring konsumen. Jika web marketplace ramai dikunjungi otomatis konsumen yang akan mampir ke tokomu juga meningkat. Apa itu marketplace di Indonesia yang perlu kamu pilih? Berikut ini daftarnya.

1. Tokopedia

Pada urutan pertama adalah Tokopedia yang merupakan marketplace terbesar di Indonesia ini sudah berdiri sejak tahun 2009. Pasar online ini mendapatkan dana lebih dari 100 juta dollar Amerika dari Softbank Jepang. Rata-rata pengunjung per bulannya mencapai 148, 5 juta orang. Jadi kamu wajib nih membuka online shop di Tokopedia.

2. Shopee

Menyusul di urutan kedua, ada Shopee yang merupakan marketplace dari SIngapura yang banyak digunakan di Indonesia. Masih tergolong muda yang didirikan tahun 2015, namun sudah mampu mendatangkan pengunjung mencapai 95,3 juta orang per bulannya.

Shopee adalah produk marketplace yang tak hanya digunakan di Indonesia tetapi Asia Tenggara. Jadi sangat memungkinkan untuk produk makanan milikmu dijual ke negara lainnya melalui Shopee.

Baca Juga  Apa Itu Reseller? dan Peluangnya dalam Usaha Makanan

3. Bukalapak

Kalau marketplace yang ini adalah produk anak negeri yaitu didirikan Ahmad Zaky tahun 2010. Jumlah pengunjungnya mencapai 95,1 juta orang per bulannya hampir menyamai Shopee. Ada banyak keuntungan yang dihadirkan Bukalapak seperti proses transfer dengan tampilan praktis, sistem keamanan yang baik dan banyak diskonnya.

4. Blibli

Nah kalau yang ini, merupakan anak perusahaan dari Djarum yaitu PT. Global Digital Niaga. Blibli menempati peringkat keempat dengan jumlah pengunjung 32,5 juta per bulannya. Di sini kamu bahkan bisa membuka supermarket online jika barang dagangan sudah banyak.

Kamu tak perlu ragu untuk membuka online shop lebih dari satu marketplace. Bukankah semakin banyak toko online yang kamu buka akan lebih menguntungkan? Kamu bisa menjaring lebih banyak konsumen dari beberapa marketplace. Tapi perlu diingat juga untuk terus memonitor setiap online shop supaya konsumen tidak beralih ke toko lainnya.

Keuntungan Membuka Usaha Makanan melalui Marketplace

Apa Itu Marketplace dan Asal Mulanya

Apa keuntungan membuka online shop makanan di marketplace? Tentu saja yang utama adalah mendapatkan lebih banyak konsumen. Coba bayangkan saja jika kamu membuka toko berbentuk fisik di rumah. Maka konsumen yang datang hanya dalam jangkauan beberapa meter saja. Jika kamu pandai melakukan pemasaran, maka konsumen dari beberapa kilometer bisa dijangkau.

Berbeda dengan toko online, kamu bisa menjangkau konsumen yang berada di kota hingga luar pulau. Apalagi dengan adanya banyak ekspedisi atau pengiriman paket, kini berjualan semakin mudah. Keuntungan yang didapatkan bukan hanya sekedar peluang besar mendapatkan konsumen, tetapi juga keuntungan berikut ini.

1. Bisa menjadi reseller atau dropship

Bagi kamu yang tidak memiliki modal banyak, kamu bisa menjadi dropshipper. Cukup mencari supplier, membuat gambar yang menarik dan memasang iklan. Kamu sudah bisa berjualan makanan dan mendapat keuntungan. Sedangkan kamu yang memiliki modal cukup, bisa juga membeli produk langsung dari supplier dalam jumlah banyak dan menjualnya di marketplace. Triknya juga sama, membuat gambar bahkan video menarik serat memasang iklan.

2. Regulasi yang tidak ribet

Regulasi seringkali menjadikan penjuall enggan berjualan, namun marketplace berbeda. Tidak banyak regulasi yang diterapkan seperti bayar sewa bulanan. Justru bagi penjual, ada banyak fitur yang menguntungkan seperti asuransi, verifikasi untuk membangun kepercayaan konsumen, hingga rekening bersama. Semua ini tentunya akan membuat produk semakin terjual laris manis.

Baca Juga  Karage Adalah Gorengan Khas Jepang, Intip Cara Membuatnya

3. Beraneka ragam produk makanan

Semakin banyak produk makanan yang dicari tersedia, tentunya menarik banyak pengunjung. Marketplace tidak membatasi jenis dan jumlah produk yang dijual, jadi kamu bisa menjual beraneka ragam makanan. Bahkan beberapa online shop menjual tak hanya makanan tetapi juga kebutuhan lainnya. Masing-masing produk bisa dibagi ke dalam kategori untuk mempermudah pencarian oleh konsumen.

4. Pemantauan usaha yang mudah

Sebagai pemilik toko online tentunya kamu butuh untuk memantau usaha secara berkala. Bagaimana cara memantau perkembangan pada lapak marketplace? Setiap marketplace memiliki fitur insight, di mana fitur ini mempermudah kamu untuk melakukan pemantauan. Di dalamnya terdapat data seperti jumlah pengunjung, orang yang merespon dan berapa jumlah konsumen.

Dilihat dari keuntungannya, marketplace adalah tempat yang memiliki potensi bagus untuk berdagang makanan. Untuk itu kamu perlu juga strategi yang tepat untuk memanfaatkan aplikasi ini.

Strategi Memanfaatkan Marketplace untuk Berjualan Makanan

Strategi Memanfaatkan Marketplace untuk Berjualan Makanan

Ada kelebihan ada juga kekurangan, kamu mungkin sudah mencermati apa keuntungannya menggunakan marketplace untuk online shop. Tapi bagaimana dengan kekurangannya. Ada beberapa kekurangan yang juga perlu dicermati. Pertama persaingan antar pedagang yang cukup ketat karena sudah banyak yang membuka toko online.

Kedua adalah lemahnya brand awareness, di mana konsumen seringkali tidak mengingat nama toko. Ketiga adalah feature pencarian tidak tertarget, maksudnya pencarian konsumen lebih ke arah produk bukan online shop.

Dengan adanya kekurangan ini, maka diperlukan strategi-strategi supaya produk makanan yang kamu pasarkan lebih laku. Apa saja strategi marketplace yang bisa kamu lakukan? Berikut ini macam-macamnya.

1. Pemilihan produk makanan yang memiliki daya saing

Produk yang memiliki daya saing adalah kunci utama yang perlu diperhatikan. Semakin unik produk pastinya akan banyak dicari, karena sifat kelangkaanya. Kamu bisa mencari makanan khas di daerahmu kemudian dijual kembali. Misalnya saja keripik buah, gudeg kaleng, rendang kaleng yang tak banyak dijumpai.

Setelah itu, tentukan harganya sesuai dengan kualitas produk. Kamu bisa menjualnya lebih mahal karena produk tersebut tak banyak ditemui. Jangan lupa juga untuk memastikan kualitas makanan terjamin seperti terdaftar pada BPOM dan memiliki tanggal kadaluarsa.

2. Gambar hingga video yang menarik

Apabila produk yang kamu hendak pasarkan sudah memiliki daya saing yang baik maka selanjutnya tergantung dengan kualitas gambar. Kamu juga bisa membuat video menarik untuk lebih meningkatkan kepercayaan konsumen. Jika punya modal lebih kamu bisa endorse influencer untuk membuat foto atau video kemudian dipasang di toko online.

Baca Juga  Cara Memilih Catering Nasi Box Jakarta yang Paling Enak

3. Deskripsi produk harus jelas

marketplace adalah

Penjelasan mengenai produk kuliner yang dijual harus dibuat sejelas mungkin dalam deskripsi. Mulai dari jumlah atau berat makanan per kemasan, masa kadaluarsa, rasa makanan dan bagaimana dengan pengirimannya. Deskripsi harus dibuat menarik supaya membangun ekspektasi calon konsumen.

4. Optimasi produk di marketplace

Sudah membuat judul, deskripsi, foto dan video produk tapi calon pembeli tentu tak datang sendiri. Kamu perlu melakukan optimasi produk di marketplace dengan beberapa cara. Optimasi dilakukan supaya jumlah pengunjung meningkat. Pertama adalah cara organik yang dilakukan dengan promosi seperti diskon, voucher, dll. Kamu juga perlu menaikkan produk dengan kata kunci marketplace yang tepat, caranya melalui riset.

Cara kedua adalah dengan beriklan yang artinya kamu harus mengeluarkan modal. Dengan iklan setiap kata pencarian yang dituju akan selalu keluar dalam pencarian milik konsumen. Kamu juga bisa mengatur durasi produk yang hendak diiklankan.

5. Bangun brand awareness melalui sosial media

Terakhir adalah memanfaatkan sosial media untuk membangun brand awareness. Membuat akun sosial media gratis jadi kamu tak perlu lagi mengeluarkan uang. Pilih beberapa sosial media seperti Facebook dan Instagram. Kamu bisa memasang foto dan video produk, jangan lupa cantumkan nama online shop dan arahkan pembelian langsung melalui marketplace.

Sosial media bisa menjadi trafik pengunjung yang menjadi konsumen nantinya. Jadi kamu tak hanya bergantung pada pengunjung yang masuk ke marketplace saja.

baner Wa
Call Now ButtonHUBUNGI KAMI